1. Nabi tidak suka makanan yang diawetkan
Makanan yang diawetkan atau makanan yang dimasak lagi. Pada zaman sekarang kita sudah terbiasa
makan makanan yang diawetkan, dikalengkan atau makanan kemasan. Misal
sarden yang berbulan-bulan dalam kaleng kita makan. Kita cuek akan
behaya bahan pengawet yang ditambahkan ke dalam kaleng sarden itu.
2. Nabi tidak pernah makan dengan lauk lebih dari 2 macam.
Kita lihat sekarang dalam jamuan prasmanan yang menyediakan banyak jenis lauk, para tamu banyak yang nafsu matanya lebih besar dari kekuatan perutnya. Mereka tidak malu menggambil sampai 4 jenis lauk sekaligus, ayam, ikan, telur, sate...di embat sekaligus. Dan akhirnya banyak yang masuk sampah.
3. Nabi makan pakai tangan dan menjilati tangan sehabis makan.
Ternyata jari-jari
tangan kita itu mengeluarkan keringat yang kasat mata, keringat jari
tangan ini akan membantu cepatnya makanan menjadi hancur saat dicerna.
Penelitian sederhana, ambil 2 wadah air, yang satu obok-obok dengan
tangan, dan yang satu jangan kenakan tangan. Kemudian masukkan sayuran
segar/ dedaunan ke dalam ke masing-masing wadah. Akan terlihat
sayuran/daun yang ada di air yang kena tangan tadi akan rusak. Dan
terlihat pula dalam dunia pegemasan makanan, maka para perkerja akan
diwajibkan memakai sarung tangan.
4. Nabi melarang meniup makanan yang masih panas
Ternyata disaat kita
meniup makanan panas itu Karbon Dioksida keluar dari mulut kita dan
menimpa makana yang bercampur uap air, trus katanya ada unsur "XXX" yang
terbetuk yang tidak dapat di cerna dalam
tubuh. Ini yang menempel pada nasi. Maka pikiran saya melayang, berapa
banyak balita yang suka di suapin pakai nasi yang ditiup-tiup. Dan ini
juga pelajaran bagi kita untuk "sabar" menunggu makanan agar dingin
sendiri.
5. Nabi mengambil makanan yang jatuh dan memakanya lagi.
Dalam sebuah pertemuan di istana Kerajaan ROMAWI yang telah kalah, para sahabat Nabi diundang untuk makan. Suatu ketika ada sedikit nasi sahabat yang jatuh, lalu sahabat mengambil dan memakanya. Lalu selesai pertemuan sahabat lain bertanya " Apa kau tidak malu mengabil sebutir nasi di depan para pembesar kerajaan Romawi". Sahabat berkata " Perintah Nabi lebih aku sukai daripada perhatian perbesar Kaum Rum".
6. Nabi bersabda " Seburuk-buruk bagian binatang untuk dimakan adalah bagian kepala dan perut".
Maka tampaklah sekarang bahwa "jeroan" adalah makanan paling berbahaya untuk penderita "asam urat".
7. Nabi melarang makan sambil bersandar.
Karena itu adalah perbuatan orang bebal dan perbesar kerajaan-kerajaan romawi.
8. Perintah berjalan/melangkah sesudah makan
"Jangan tidur diatas makananmu" (hadits). Jadi sehabis makan hendaklah melangkahkan kaki minimal 40x. Perintah ini dulunya membuat saya bingung kok bisa ya...? ternyata setelah kita melangkah 40x sehabis makan, kita akan bersendawa (glegek dalam bahasa jawa). Sendawa ini mengeluarkan udara yang ikut masuk lambung bersamaan dengan proses kita menelan makanan. Dengan keluarnya udara di perut ini mengabibatkan tubuh terasa enak, tidak ada ganjalan udara lagi diperut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar